Sabtu, 11 Januari 2020

15. TANGGUH PUPUK JAYATY dan DICOMPOSER 1 LITER

16. TON 3 Kg

17. URBAN FARMING

SEHATTanaman yang bebas pestisida kimia dan membantu menyerap polutan udara
SEGARTanaman yang benar-benar fresh dan menambah jumlah oksigen
SENANGAktivitas menggembirakan dan menghadirkan pemandangan yang lebih indah yang akan mengurangi tingkat tekanan hidup
Bagi Anda yang hoby bercocok tanam di rumah, atau Anda yang ingin memulai memanfaatkan halaman rumah Anda untuk menanam tanaman produktif yang bermanfaat, yang mampu mensuplai sayuran organik untuk keluarga Anda, Anda bisa memulainya dengan Urban Farming Nasa Paket A ini.
Dapatkan paket bercocok tanam komplit Urban Farming NASA Paket A ini sekarang juga! Dan nikmati segala keuntungan yang bisa didapat dengan menghijaukan lingkungan rumah Anda.

18. VITERNA SERBUK 250 Gram

SPESIFIKASI PRODUK
Deskripsi Produk VITERNA Serbuk
Viterna Plus Organik Serbuk hadir di awal tahun 2015 sebagai satu inovasi terbaru dari PT NASA (Natural Nusantara) dalam menjawab tantangan pasar di sektor peternakan saat ini. Sebagaimana kita tahu sebelumnya sudah hadir Viterna Plus Organik Cair dimana kualitasnya sudah teruji dan sudah banyak dibuktikan para peternak, bukan hanya di Indonesia, tapi sudah sampai mancanegara. Produk suplemen ternak ini merupakan bentuk lain dari Viterna Cair dimana keunggulan dan kualitasnya sama dengan produk cairnya.

Fungsi dan Kegunaan Viterna Plus Organik Serbuk

Viterna Plus sangat baik digunakan untuk penggemukan/pembesaran Sapi, Kambing, Domba, Ayam, Kelinci, Ikan, Udang dan sebagainya dengan fungsi sebagai berikut:
  • Menambah kandungan gizi untuk ternak, ikan dan udang
  • Meningkatkan pertambahan berat badan harian (ADG)
  • Meningkatkan nafsu makan ternak, ikan dan udang
  • Mempercepat pertumbuhan ternak, ikan dan udang
  • Mempercepat waktu panen (untuk ternak pedaging dan ikan)
  • Mengurangi angka kematian
  • Meningkatkan kandungan gizi daging ikan dan ternak
  • Mengurangi bau kotoran ternak
  • Produk alami yang aman untuk ternak, ikan, udang dan lingkungannya

Cara Penggunaan Viterna Plus Organik Serbuk
  • Ternak Besar: Sapi, Kerbau, dan lain-lain -> 5-10 gram/ekor/hari dicampurkan air minum atau campuran pakan (komboran)
  • Ternak Kecil: Kambing, Domba, Kelinci, dan lain-lain -> 5 gram/ekor/hari dicampurkan air minum atau campuran pakan (komboran)
  • Ternak Unggas: Ayam, Itik, Puyuh, Burung, dll -> 0,5-1 gram/liter air minum setiap hari:
    1. Pedaging: diberikan 1 hari sekali
    2. Petelur: diberikan 3 hari sekali
  • Perikanan: Bandeng, Udang, Ikan Mas, Lele, Nila, Gurame, Patin, dll -> 5-10 gram + 1 liter air + 3 kg pakan ikan
Catatan: Kombinasi pemakaian Viterna akan lebih maksimal jika dipadukan dengan penggunaan TANGGUH Probiotik atau POC NASA + Hormonik.
Produk yang resmi dilaunching bulan November 2014 ini tersedia dalam kemasan Box (Kotak) yang berisi 10 sachet dimana masing-masing sachet memiliki berat bersih 25 gram. Secara ekonomis pemakaian antara Viterna bentuk Serbuk dan Cair untuk ternak tidak jauh berbeda, jadi, hanya masalah selera saja. Jika anda membutuhkan Viterna dan anda dari daerah yang sulit dijangkau pengiriman berat, kalaupun ada tetapi biaya kirimnya mahal, anda bisa mempertimbangkan untuk memakai Viterna Plus Organik Serbuk untuk meningkatkan produksi ternak anda..

19. VITERNA PLUS 500 cc

  1. Meningkatkan kuantitas daging (peningkatan ADG / Average Daily Gain bagi sapi dan peningkatan bobot bagi ayam)
  2. Meningkatkan kualitas daging ternak dengan mengurangi kandungan kolesterol.
  3. Meningkatkan kesehatan hewan ternak (mempertinggi daya tahan tubuh terhadap penyakit)
  4. Memacu enzim-enzim pencernaan hewan ternak.
  5. Menyediakan mineral-mineral esensial maupun non esensial.
  6. Menyediakan bermacam-macam nutrisi alami untuk meningkatkan pertumbuhan hewan ternak seperti protein, vitamin, lemak, dsb.
  7. Menambah kandungan asam lemak didalam rumen atau lambung ternak.
  8. Meningkatkan efektifitas dan efisiensi pakan (TDN).
  9. Mempercepat pertumbuhan ternak dengan menyediakan hormon pertumbuhan alami.
  10. Meningkatkan nafsu makan hewan ternak.
  11. Mengurangi bau kotoran ayam.

Cara Pemakaian VITERNA Plus:

  • Ternak Besar : Sapi, Kerbau, Kuda, dll. 5-10 cc perhari dicampurkan air minum atau campuran pakan (Komboran)
  • Ternak Kecil : Kambing, Kelinci, dll. 4-8 cc perhari dicampurkan air minum atau campuran pakan (Komboran)
  • Ternak Unggas : Ayam, Itik, dll. 1-2 cc/lt air minum setiap hari satu kali.
  • Dapat juga ditambahkan dengan HORMONIK dengan komposisi 1-2 tutup HORMONIK : 1 botol VITERNA Plus
Dapatkan VITERNA Plus Vitamin ternak organik Nasa hanya di Stockist Nasa !

20. BUDIDAYA SINGKONG 150 TON PER HA

BUDIDAYA SINGKONG NASA
Target Panen 150 TON/Hektar

Singkong atau Ketela Pohon mempunyai nilai Ekonomi tinggi selain menjadi Bahan Baku tepung, Benang, serta makanan olahan lainnya juga dapat di gunakan untuk bahan
energi alternatif. Di Lapangan Budidaya
Singkong masih mengandalkan cara cara Tradisional sehingga hasil Panen masih rendah.
Budidaya Singkong atau Ketela
Pohon dengan memakai Tehnologi Organik Nasa terbukti telah meningkatkan Hasil Panen(bisa dilihat di vcd Kesaksian).

1. PEMBIBITAN SINGKONG
a. Bibit berupa stek batang
b. Sebagai stek pilih batang bagian bawah sampai setengah
c. Setelah stek terpilih kemudian diikat, masing-masing ikatan berjumlah antara 25 – 30 batang stek.
d. Semua ikatan stek yang dibutuhkan, kemudian diangkut kelokasi penanaman.

2. PENGOLAHAN MEDIA TANAM SINGKONG
Bedengan dibuat pada saat lahan sudah 70% dari tahap penyelesaian. Bedengan atau pelarikan dilakukan untuk memudahkan penanaman, sesuai dengan ukuran yang dikehendaki. Pembentukan bedengan ditujukan untuk memudahkan dalam pemeliharaan tanaman, seperti
pembersihan tanaman liar maupun
sehatnya pertumbuhan tanaman.

3.  PENANAMAN SINGKONG
3.1. Penentuan Pola Tanam
Pola tanaman harus memperhatikan musim dan curah hujan. Pada lahan tegalan/kering, waktu tanam yang paling baik adalah awal musim hujan atau setelah penanaman padi.
Jarak tanam yang umum digunakan pada pola monokultur ada beberapa alternatif yaitu :
100 x 100 cm, 100 x 60 cm atau 100 x
40 cm.
Bila pola tanam dengan sistem
tumpang sari bisa dengan jarak tanam 150 x 100 cm atau 150 x 150 atau 200 x 150 cm.

3.2. Cara Penanaman
Cara penanaman dilakukan dengan
meruncingkan ujung bawah stek ketela
pohon, kemudian tanamkan sedalam 5-10 cm atau kurang lebih sepertiga bagian stek tertimbun tanah. Bila tanahnya keras/berat dan berair/lembab, stek ditanam dangkal saja. Sebelum bibit ditanam disarankan agar
bibit direndam terlebih dahulu dengan
pupuk Organik Nasa yakni PocNasa+ Hormonik yang telah dicampur dengan air selama 3-4 jam. Setelah itu baru dilakukan penanaman dilahan hal ini sangat bagus untuk pertumbuhan dari bibit.

4. PEMUPUKAN SINGKONG
Sistem pemupukan menggunakan teknologi Organik Nasa , dapat mengurangi kebutuhan pupuk kimia/anorganik sampai dengan 50%, adapun cara pemupukannya
adalah sebagai berikut :
1. Berikan pupuk kandang/kompos disetiap lubang yang akan ditanami bibit kebutuhan untuk 1 hektar sebanyak 5 ton atau 5.000 kg.
2. 3 hari sebelum tanam diberikan 3 kg SuperNasa per hektar dengan campuran setiap 1 Kg Supernasa dicampur/dilarutkan dengan air max 200 liter (jumlah air tidak harus 200 liter boleh kurang asal cukup untuk 1 hektar) disemprotkan pada lahan secara merata disarankan disemprotkan pada pupuk kandang/kompos agar fungsi dari pupuk kandang/kompos lebih maksimal.
3. Setelah 3 hari bibit / stek siap ditanam
4. 5 hari setelah tanam berikan campuran pupuk NPK dengan dosis Urea : 50 kg, TSP/SP36 : 75 kg dan KCL : 50 kg SUPERNASA = 3-6  kg POC NASA = 3-6Ltr dan HORMONIK = 500Ml-1Ltr pada lahan 1 hektar, atau supernasa diganti POP Granule dengan dosis 50Kg/Hektar.
1 pohon diberikan campuran sebanyak ± 20 gram dengan cara ditugalkan pada jarak 15 cm dari tanaman dengan kedalaman 10cm.
5. Pemberian Organik Cair Nasa selanjutnya pada saat tanaman singkong berumur 2 bulan : 3 liter, umur 4 bulan : 3 liter, umur 6 bulan : 3 liter.
6. Pemberian pupuk anorganik selanjutnya pada umur tanaman 60-90 hari berupa campuran pupuk NPK dengan dosis Urea :
85 kg, dan KCL : 85 kg, POWERNUTRITION = 3-6  kg POC NASA = 3-6Ltr dan HORMONIK = 500Ml-1Ltr Asumsi bila 1 hektar lahan ditanam 5.000 pohon berarti 1 pohon diberikan NPK sebanyak ± 20 gram dengan
cara ditugalkan pada jarak 15 cm dari
tanaman dengan kedalaman 10cm.
7. Penyemprotan untuk luas 1000 m2, rata-2 menghabiskan 3 tangki (berkisar 2-4 tangki vol. ± 15 ltr. Penyemprotan HORMONIK 2 tutup dicampur dengan POC NASA 4 – 6 tutup per tanki semprot ke tanaman Singkong umur 1, 2, 3 dan 4 bulan.

6. PENGAIRAN DAN PENYIRAMAN SINGKONG
Kondisi lahan ketela pohon dari awal tanam sampai umur ± 4-5 bulan hendaknya selalu dalam keadaan lembab, tidak terlalu becek.
Pada tanah yang kering perlu dilakukan penyiraman dan pengairan dari sumber air yang terdekat. Pengairan dilakukan pada saat musim kering dengan cara menyiram
langsung akan tetapi cara ini dapat merusak tanah. System yang baik digunakan adalah system genangan sehingga air dapat sampai kedaerah perakaran secara resapan.
Pengairan dengan system genangan dapat dilakukan dua minggu sekali dan untuk seterusnya diberikan berdasarkan kebutuhan.

7. WAKTU PENYEMPROTAN
PESTISIDA/INSEKTISIDA
HAMA DAN PENYAKIT
Hama
a.Uret (Xylenthropus)
· Ciri: berada dalam akar dari tanaman
· Gejala: tanaman mati pada yg usia muda, karena akar batang dan umbi  rusak
· Pengendalian: bersihkan sisa-sisa bahan organik pada saat tanam, sebar dedak halus yang telah dicampur PESTONA pada saat pengolahan lahan atau semprotkan PESTONA langsung ke lahan setiap 2-4 minggu sekali
b.Tungau merah (Tetranychus bimaculatus)
· Ciri: menyerang pada permukaan bawah daun dengan menghisap cairan daun
· Gejala: daun akan menjadi kering
· Pengendalian:menanam varietas toleran dan Semprotkan PENTANA.

Penyakit
a.Bercak daun bakteri
· Penyebab: Xanthomonas manihotis atau Cassava Bacterial Blight/CBG
· Gejala: bercak-bercak bersudut pada daun lalu bergerak dan mengakibatkan pada daun kering dan akhirnya mati
· Pengendalian:menanam varietas yang tahan, memotong atau memusnahkan bagian tanaman yang sakit, melakukan pergiliran tanaman dan sanitasi kebun, semprot Natural GLIO sebagai pencegahan
b.Layu bakteri (Pseudomonas solanacearum E.F. Smith)
· Ciri: hidup di daun, akar dan batang.
· Gejala: daun yang mendadak jadi layu seperti tersiram air panas. Akar, batang dan umbi langsung membusuk
· Pengendalian: melakukan pergiliran
tanaman, menanam varietas yang tahan, melakukan pencabutan dan pemusnahan tanaman yang sakit berat serta sebarkan Natural GLIO yang sudah dicampur Pupuk Kandang matang atau kompos sebelum
tanam sebagai pencegahan
c.Bercak daun coklat (Cercospora heningsii)
· Penyebab: jamur atau cendawan yang hidup di dalam daun
· Gejala: daun bercak-bercak coklat,
mengering,lubang-lubang bulat kecil dan jaringan daun mati
· Pengendalian: melakukan pelebaran jarak tanam, penanaman varietas yang tahan, pemangkasan pada daun yang sakit serta melakukan sanitasi kebun.
d.Bercak daun konsentris (Phoma
phyllostica)
· Penyebab: cendawan yang hidup pada daun.
· Gejala: adanya bercak kecil dan titik-titik, terutama pada daun muda
· Pengendalian:memperlebar jarak tanam, mengadakan sanitasi kebun dan memangkas bagian tanaman yang sakit .

P A N E N
· Ketela pohon dapat dipanen pada saat
pertumbuhan daun bawah mulai berkurang
· Warna daun mulai menguning dan
banyak yang rontok
· Umur panen tanaman ketela pohon telah
mencapai 6–8 bulan untuk varietas Genjah
dan 9–12 bulan untuk varietas Dalam
· Ketela pohon dipanen dengan cara
mencabut batangnya dan umbi yang
tertinggal diambil dengan cangkul atau
garpu tanah
· Hasil panen dikumpulkan di lokasi yang
cukup strategis, aman dan mudah dijangkau
oleh angkutan
· Pemilihan atau penyortiran umbi ketela
pohon sebenarnya dapat  dilakukan pada
saat pencabutan berlangsung

Budidaya Singkong diatas semoga
bermanfaat,Majulah Petani Indonesia
Semangat Pagi…


21. KONSMETIK dan BODY CARE. AYLA LISTIK